اِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهٗ وَقُرْاٰنَهٗۚ ١٧
Sesungguhnya tugas Kamilah untuk mengumpulkan (dalam hatimu) dan membacakannya
(Al-Qiyamah :17)
ﷺ { لَا تُحَرِّكْ بِهِۦ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِۦٓ } “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya” karena tartil dalam membaca al-Qur’an adalah metode yang disyari’atkan untuk masuk pada fase mentadabburi, dan Allah telah mengulang-ulang perintah-Nya di beberapa tempat dalam al-Qur’an: { وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا } “Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan” [Q.S. Al-Muzzammil : 4], { وَقُرْءَانًا فَرَقْنَٰهُ لِتَقْرَأَهُۥ عَلَى ٱلنَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ } “Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia” [Q.S. Al-Isra’ : 106], maka waspadailah kesembronoan dan kecepatan membaca yang akan membuat Anda kehilangan kenikmatan tadabbur!





